Konsep bahagia tiap orang itu berbeda, ada yang baru merasakan bahagia kalau ada di bawah sorotan, dipuja puja, dielukan, ada yang bahagia saat punya uang banyak, ada yang bahagia setelah barang yang mau dibeli akhirnya kebeli juga.. Kebahagian saya simpel, ketika bisa membuat orang disekitar saya senyum.. Kadang harus ngalah, harus mundur beberapa langkah supaya saat berada dibawah sorotan, bayangan yang tercipta tidak terlalu besar dan nutupin yang dibelakang.. Satu hal yang paling saya ingat adalah kalimat "bahagia itu mensyukuri nikmat dan menikmati syukur". Saya punya teman penggerutu, sedih lihatnya, sepertinya semua yang dia dapat tidak bisa membuat dia puas, dia terus dan terus dan terus menggerutu sampai lupa apa saja yang sudah dia dapat dan dia dapat dari mana, sedih tapi senang, karena disitu saya selalu diingatkan untuk bahagia, untuk lebih berhati besar dan ingat semua ini dapet darimana.. Dan tidak sedetikpun saya ragu untuk menaruh kebahagiaan itu kembali ketempat yang membuat saya bahagia.. Ingat, semua akan kembali ke tanah. Ingat, setinggi apa kamu meloncat, gravitasi akan selalu menang. Kebahagiaan itu bukan saat ada diatas langit, tapi ditanah dimana kamu berasal. Pergilah mencari kebahagiaan dan bawa kebahagiaan itu pulang. Orang yang bersyukur adalah orang yang selalu ingat jalan pulang. Always remember where you came from. And always remember that happiness is like a bag of weed, you have to share it with your friends.
Kebahagiaan tidak ada tanggal kadaluarsanya, tapi, tanggal produksinya harus ditetapkan sendiri, lalu distribusikanlah.
Selasa, 08 November 2011
Chitato Rasa Sapi Panggang.
Tadi siang gw bilang ke omo gw punya lagu baru, gw bilang "omo gw punya lagu baru" (pengulangan) terus gw mainin lagunya pake gitar, dia tanya "liriknya belum?" terus gw bilang belum, abis itu dia bilang sesuatu yang akhirnya bikin gw mikir.. "lagi seneng sih ya lo?"
Sebenernya menjawab pertanyaan dinda juga semalem sebelumnya, dia nanya "aku nyekat kreativitas km ya?" karena belum ada satupun lagu gw tulis sejak gw bareng dinda.. Gw gak anggep ini jadi masalah sebelumnya, karena gw nikmati semua nada, semua cerita, dan semua irama yg tercipta setiap gw bareng dia, gak ada keluh kesah yg membuat gw gatel utk berbagi ke orang lain.. Gak ada masalah, dan gak ada sindiran yg mau gw tujuin ke dinda kaya sindiran yg gw sembunyiin di semua lagu gw yg gw tuju ke orang yg pengen gw perdengarkan lagu itu..
Tapi masa iya gw gak bisa nulis lagu dalam keadaan bahagia? Banyak hal dan banyak ide yg tercetus saat gw bahagia, tapi bukan lagu.. Gw bisa bikin nada, irama, tapi bukan lirik.. Kayanya perlu latian nulis lagi untuk bisa mengeluarkan kebahagiaan gw, karena biasanya lirik lagu yg gw tulis senjata taktis yang gw bikin untuk mendapatkan sesuatu yang susah gw dapatkan..
Oke gw coba bikin lagu dalam keadaan bahagia, kasih gw waktu seminggu ya tweeps. Heee? Lo kira twitter?
Dochi
Sebenernya menjawab pertanyaan dinda juga semalem sebelumnya, dia nanya "aku nyekat kreativitas km ya?" karena belum ada satupun lagu gw tulis sejak gw bareng dinda.. Gw gak anggep ini jadi masalah sebelumnya, karena gw nikmati semua nada, semua cerita, dan semua irama yg tercipta setiap gw bareng dia, gak ada keluh kesah yg membuat gw gatel utk berbagi ke orang lain.. Gak ada masalah, dan gak ada sindiran yg mau gw tujuin ke dinda kaya sindiran yg gw sembunyiin di semua lagu gw yg gw tuju ke orang yg pengen gw perdengarkan lagu itu..
Tapi masa iya gw gak bisa nulis lagu dalam keadaan bahagia? Banyak hal dan banyak ide yg tercetus saat gw bahagia, tapi bukan lagu.. Gw bisa bikin nada, irama, tapi bukan lirik.. Kayanya perlu latian nulis lagi untuk bisa mengeluarkan kebahagiaan gw, karena biasanya lirik lagu yg gw tulis senjata taktis yang gw bikin untuk mendapatkan sesuatu yang susah gw dapatkan..
Oke gw coba bikin lagu dalam keadaan bahagia, kasih gw waktu seminggu ya tweeps. Heee? Lo kira twitter?
Dochi
Kangen Kanya
1 dari 10 orang yang baca ini mungkin adalah 10 dari 100 orang yang mungkin 100 dari 1000 orang yang salah satunya adalah 1 orang tersebut.
Bingung kan? Makanya ibadah.
Bingung kan? Makanya ibadah.
Tentang Waktu, Tentang Perasaan
Pernah ngerasain kaya waktu berhenti disaat lo ketemu orang yang bareng lo sekarang?
Seinget gw waktu itu bukan waktu yang berhenti, kira-kira 4 tahun lalu waktu itu bukan waktu
Yang berhenti, tapi justru pikiran gw terbagi 2.. Antara masa kini mikirin "aduh gak siap banget ketemu dia disini" dan masa lalu, balik ke beberapa saat sebelum berangkat ke tempat itu.. Waktu itu pikiran gw lgsg pindah ke depan lemari baju dan menyesali pilihan baju yang akhirnya dipakai di sana. "kenapa gw gak pake celana yang itu ya, kelihatannya bakal lebih bagus.." "coba gw pake baju merah, dia pas lg baju merah juga" atau "wah harusnya td datengnya gak sama bunga, kan jd bs ngobrol2 berdua". Jadi... "waktu berhenti saat ketemu kamu" versi gw adalah, otak dan jantung gw ngebut lebih cepet daripada kecepatan waktu.. Jd semua berasa lebih lambat.
Seinget gw waktu itu bukan waktu yang berhenti, kira-kira 4 tahun lalu waktu itu bukan waktu
Yang berhenti, tapi justru pikiran gw terbagi 2.. Antara masa kini mikirin "aduh gak siap banget ketemu dia disini" dan masa lalu, balik ke beberapa saat sebelum berangkat ke tempat itu.. Waktu itu pikiran gw lgsg pindah ke depan lemari baju dan menyesali pilihan baju yang akhirnya dipakai di sana. "kenapa gw gak pake celana yang itu ya, kelihatannya bakal lebih bagus.." "coba gw pake baju merah, dia pas lg baju merah juga" atau "wah harusnya td datengnya gak sama bunga, kan jd bs ngobrol2 berdua". Jadi... "waktu berhenti saat ketemu kamu" versi gw adalah, otak dan jantung gw ngebut lebih cepet daripada kecepatan waktu.. Jd semua berasa lebih lambat.
Rabu, 10 Agustus 2011
ABOUT PEE WEE GASKINS
- THE STORY SO FAR: In the two years since it was formed (Mid 2007), Pee Wee Gaskins, a pop-punk group based in Jakarta, has rapidly leapt from the indie scene to the mainstream. With a single full-length album under its belt, the band has been featured in numerous magazines, including Hai, Rolling Stone Indonesia and Trax, as well as appearing on TV shows like O Channel's Demo and MTV Indonesia. The band took its name from Donald ''Pee Wee'' Gaskins, who gained notoriety in 1991 for being the first white man in more than half a century to be executed in the United States for killing a black man. In an attempt to stay out of the electric chair, Gaskins confessed to more than 100 murders, though he never revealed the locations of the bodies. Pee Wee Gaskins began as a solo project for the vocalist, bassist and main songwriter, Dochi Sadega, while he was still playing guitar for metal band The Side Project. ''Two years ago I had an acoustic song called 'Here Up on the Attic,' which I had written for a friend, who eventually became my girlfriend,'' Dochi said. ''She said, 'Hey this sounds nice -- why don't you write more stuff?' So I began looking for band members [after quitting The Side Project],'' he said. Dochi recruited guitarist Sansan first. The two had musician friends in common and had, for a brief time, been in the same band: Killing Me Inside, with Dochi on guitar and Sansan on vocals. The first thing they did was pick a name. ''One day we were chatting on the Internet trying to come up with a band name, and Sansan mentioned wanting to name it 'Serial Killer,'?'' Dochi said. ''We wanted a scary name, but the music we were going to play wasn't exactly scary, so when we Googled 'serial killer' and the name Pee Wee Gaskins came up, it felt like the perfect amalgamation of our pop tendencies and something that was inherently terrifying,'' Dochi said. The pair then recruited musicians Aldy ''Mustache'' on drums, Ai on guitar and Omo on keyboard and synthesizers. By late 2007, the newly formed band was performing at a lot of low or nonpaying events. Before long, it was headlining these shows, as well as performing as guest stars at high-school bazaars, where it built its fan base. By 2008, Pee Wee Gaskins was thriving, with appearances on TV shows such as RCTI's ''Dashyat'' and SCTV's ''Playlist.'' It was also featured on the soundtrack for the movie ''Married by Accident,'' which starred Nikita Willy. In April 2008, the band released its debut EP, ''Stories From Our High School Years,'' through the independent record label Kurd Records. The 2,000 copies of the EP quickly sold out. Dochi said: ''We used the Internet to promote it, and sold it hand-to-hand. We did the distribution ourselves. Total DIY!'' Between 2008 and 2009, Pee Wee Gaskins really took off. Fans, calling themselves Party Dorks, helped promote the band through the Internet and by dropping flyers. The Party Dorks were so spread out across Indonesia that there were local divisions such as Party Dorks Bali and Party Dorks Semarang. But the band's quick rise to the top was also met with disdain by other groups of music fans, who began calling themselves the Anti Pee Wee Gaskins, or APWG for short. Like the Party Dorks, the APWG community also grew quickly, with young people building Facebook communities where they could chat about how much they hated the band. There were also numerous subgroups, including APWG Makassar, APWG Surabaya and so on. APWG has never officially stated its intentions, nor the reason for its hatred. Online discussions do little to illuminate the motivations of members. Juan, an APWG supporter, simply wrote on the APWG discussion board on Facebook that he ''hates the band'' because they are ''homos, arrogant, ungrateful of their fans, copycats.'' Well, they certainly haven't met the boys yet, it's far from all those craps. At a show in Surabaya, a group of APWG members came to a Pee Gaskins show simply to collectively raise their middle finger throughout the band's set. So much negativity would bother most bands, but Dochi seems to take it all in stride. Facing the Surabaya audience of thousands, with hundreds of them flipping him the bird, he said from the stage, ''You guys are still young, don't hesitate to voice your opinion about us. We have come to make friends and have fun.'' Early 2009, the band released its first full-length album, ''The Sophomore,'' which was released through a larger independent label called Variant Records. The album has reportedly sold more than 4,000 copies in two months. A fact that makes Dochi happy, but not quite content. ''If you are feeling satisfied, you are bound to rest on your laurels. Then again, never feeling satisfied makes us complainers. Simply put, we are always trying to push ourselves as far as we can.'' As the story goes, the band is now preparing for their 3rd release on its senior year, Ad Astra Per Aspera, ''to the stars with all we've got'' in Latin
-
Members
Sansan Guitar Vocals, Dochi Bass Vocals, Omo Synth Keys Vocals, Ayi Guitar, Aldykumis Drums -
Influences
From growing up to making out. From growing pains to blasting joy. From breaking up to making it on your own. Your everyday teenage drama! -
Sounds Like
Bundle Of Joy
Langganan:
Postingan (Atom)





